Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pembelajar

Belajar? Apa Enaknya?

Gambar
Illustration by Kak Ol Sampe kapanpun yang namanya belajar tuh nggak enak. Capek. Tapi... Gimana kalau jaman menuntut kita  untuk selalu belajar hal baru? Tidak bisa dipungkiri aku bukanlah mba Maudy Ayunda yang memiliki hobi belajar.   Jadi tiap kali butuh   belajar, hal yang pertama kali muncul di benakku adalah “akkhh, harus cari banyak referensi nih”, “duh pasti butuh waktu lama”. Kalau dihayati, belajar tuh sebenernya ngga melulu tentang bagaimana hasilnya. Apakah pengetahuan yang akan aku dapat, apa skill yang akan aku kuasai nanti, apakah hasil belajarku akan berguna. Kadang kita hanya tertuju pada titik ‘hasil’ saja, yang mana titik keberhasilan itu sendiri terletak di masa yang akan datang, tapi sering lupa sama proses yang sedang dijalani saat ini. Bahwa belajar bukan hanya soal hasil, tapi juga soal ‘bertahan’, itu bener banget. Nyari referensi, ngumpulin, memilah, membaca dan berlatih, diuji, berulang-ulang. Sungguh luar biasa mereka yang bertahan melakuka...

Mitos dan Fakta Jadi Announcer: Kata Alexandria Cempaka Harum, Pekerja Suara Komersil

Gambar
Assalamualaikum! Udah hari ke-tujuh belas Ramadhan aja nih. Masih konsisten kesehatan dan puasanya, kan? Insya Allah ya! 3 Mei 2020 lalu kebetulan saya mengikuti kelas online yang diadakan oleh KimCi Family, Kak Nurrokim dan Kak Cinta Maulida https://cintamaulida.com. Pasangan muda ini telah berderma hati untuk menginisiasi kelas mingguan selama Ramadhan. Dan tahu nggak, kalau kelas online ini tidak berbayar, salut deh.. Sebenernya sejauh saya ikuti update Kak Cinta di instagram, KimCi Class ini merupakan program sosial Kak Cinta dan Kak Rokim selama Ramadhan. Kok ya kebetulan pandemi ini datang. Jadi kerasa banget manfaat positif dan spirit dari KimCi Class, yaitu memupuk keberanian untuk bangkit pasca Pandemi Covid-19 nanti. Walaupun hidup dalam ketidakpastian, tentu semangat buat terus bertumbuh dan berkembang jangan pernah padam dong ya! Semoga berkah selalu buat Kimci Family udah kasih kesempatan buat saya dan teman-teman bertemu orang-orang hebat di setiap minggunya. ...

Belajar Percaya pada Diri Sendiri Melalui Voice Over

Gambar
Pengalaman Internship di CNN Indonesia Biro Surabaya Buat sebagian orang, tampil dan bersuara di hadapan orang banyak itu bukan hal yang mudah. Walaupun jika dibelakang kita merupakan seseorang yang atraktif, kita bisa mendadak jadi patung ketika berada di depan layar, panggung atau kamera. Entah kurang bisa menguasai audiens atau masih kurang percaya diri. Hal ini tentu membutuhkan latihan terus menerus dan jam terbang tinggi bukan. Tapi bagaimana jika fokus saja di balik layar? Kita nggak perlu mengontrol respon audiens secara langsung. Kita pun masih bisa mengontrol emosi dan rasa kepercayaan diri kita melalui alternatif voice over . Betul sekali! Voice over dapat menjadi salah satu alternatif seseorang untuk bisa tetap menyampaikan gagasan, entah berupa puisi, opini, cerita, ataupun berita tanpa harus menatap audiens mereka secara langsung. Seperti halnya penyiar radio atau seorang news dubber. Mereka dapat menyampaikan informasi dengan karakter suara mereka masing-masing s...

RONA DALAM BERTUTUR-Festival Mendongeng Bersama Kak Rona Mentari (Sebuah Review)

Gambar
Melestarikan budaya bertutur menjadi semangat dari perempuan kelahiran Yogyakarta, 23 September 1992 itu. Rona Mentari . Ia dikenal sebagai juru dongeng keliling, sekaligus aktivis storytelling. Pernah belajar di International School of Storytelling (ISOS) dibawah naungan Emerson College di Inggris, dan berkesempatan menerima Beasiswa Unggulan Non Degree dari Kemendikbud untuk belajar disana. Hari itu, Minggu 30 Juni 2019, ia mampir ke kotaku untuk membagikan pengalaman mendongengnya yang berhasil meronakan pipiku. Seminggu sebelumnya Kak Fitria Oktaviani, saudariku, mempromosikan padaku dan sobatku Azhar Nasywa, soal event Festival Mendongeng yang diadakan oleh komunitas Kumpul Dongeng Surabaya , yang kebetulan bertempat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, di Jalan Menur Pumpungan No.32, Surabaya. Mereka yang datang rata-rata berlatarbelakang sebagai guru, ibu rumah tangga, aktivis mendongeng lainnya, dan sebagian kecil mahasiswa seperti aku ini, serta seoran...

Mahasiswa, Dialektika dan Kekhawatirannya

Gambar
illustration by me Assalamualaikum, halo teman main! Selamat datang. Aku tidak terlalu berharap ada seseorang yang membaca di ruang belajarku ini. Kalaupun ada, mungkin kau sedang tersesat. Apalagi sampai memberi klik pada judul ngelantur ini, dan membaca paragraf pertamanya. Tulisan kali ini rencananya ingin kudesain ala curhatan dalam buku-buku harian anak SMA. Tapi aku juga tidak ingin kau-yang tersesat ini semakin tersesat. Membaca coretan mahasiswa S1 semester lima yang dalam hatinya kadang muncul rasa khawatir untuk menatap wajah masa depan ini, sebenarnya hanya membuang waktu. Jelas. Apasih kegiatan yang tidak membuang waktu? Semua butuh waktu. Bulan lalu dosen waliku yang selalu dirindukan kehadirannya oleh semua mahasiswa di kelas Jurnalistik Online (salah satu kelas favoritku), memberikan kami semacam wejangan. Tentang gambaran karier di masa depan, kalau menurut versi pemahamanku. Kata beliau, persaingan kerja di era sekarang, gila-gilaan! Bisa dibayangkan, seluruh lu...