Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berkatakata

Berayah Seorang Pelaut

Gambar
Source: wikihow Karena kita ngga bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan.  It’s g iven to us, It builds us. Inget ngga, kapan pertama kali kita mengenali dan meyakini bahwa mereka adalah keluarga kita? Wanita berambut hitam tebal dan panjang dengan cara bicara yang tegas dan lugas itu ibu kita? Dan lelaki dengan tinggi standar berkulit langsat serta berwajah lonjong itu adalah ayah kita? Inget ngga, waktu itu apa kita disuruh memilih yang manakah sosok yang akan kita panggil ibu dan ayah? Tidak. Kita berproses secara alami mengenali dan menginternalisasinya ke dalam diri kita, bahwa “yap ibu ibu dan ayahku”. Aku seorang kakak tertua di keluarga intiku, beradik dua, laki-laki dan perempuan, serta kedua orang tua yang lengkap. Mama adalah seorang ibu rumah tangga dengan bermilyar hasrat berjuangnya. Beliau mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus kami semua, dan berdagang kue ringan, sesekali masakan berat, aktif dalam beberapa keorganisasian. Dan Papaku, seorang TNI Angkata...

Menjurnalkan Rasa Syukur

Gambar
Assalamualaikum, hai Bung...! Aku sudah lama sekali tak menyapamu dengan sebutan ini bukan? Ini sudah lewat seminggu lebih dari jadwal seharusnya, aku memposting surat cinta ini untukmu. Dan, aku yakin kalau kau murah maaf. Hehehe, maaf ya! T_T. Aku menyadari betul, bahwa di awal bertambahnya aktivitas baruku ini membuatku harus menata ulang bagian-bagian dari diriku yang berserakan. Jadwalku, pikiranku maupun mental, kesemuanya masih aku upayakan agar tetap berjalan semestinya. Walaupun begitu, percayalah aku menemukan energi di saat-saat dimana aku memunguti serpihan diriku yang bercecaran ini. Energi itu bernama syukur. Yang kurasakan, energi ini sangat berpengaruh bagiku dalam melanjutkan perjalanan. Percaya tidak? Dia menjadi bekal pokok yang sangat aku perlukan selama pelayaran ini. Saat melewati beberapa pulau Kita sempat dan cukup sering bertukar peta kita satu sama lain, rencana berhenti pada pulau-pulau tertentu juga kerap kali didiskusikan. Kau mau kesana, aku mau ke...

Kenangan Sajadah Panjang

Dan malam pun memayungi rembulan Dikala peri hutan menggemulai di pucuk rerumputan Bersama lantunan Sajadah Panjang kuundang kenangan             Ditemani hembus angin syahdu             Bilah kaca jendelaku turut berlagu             Dibisikannya cerita yang haru Tentang sebuah perjalanan Diuirnya sebuah kemenangan Di barat jawa, mengais kebermaknaan             Tak tahu jalan, secuil pengalaman             Terbatas bahasa berujung kebingungan             Salah orang, salah dugaan Apalah arti terik dan hujan Dibanding bertahan akan cacian Dibanding membatalkan umpatan           ...

Berkawan dengan Hati

Repost from https://timeline.line.me/post/_dY8vkF_vDXNaadwlyQLRrFwyObU9uM2v0YmQ96Y/1152397167705010499 barangkali kita sudah paham; bahwa nilai ideal bertolak belakang dengan realitas; bahwa harapan berbanding terbalik dengan kenyataan; bahwa yang terjadi tak seharusnya terjadi; adalah masalah, kita paham; barangkali kita sudah paham; bahwa stimuli tercepat berasal dari hati; tetapi tak lama, akal menggedornya untuk berkongsi; jangan cuma emosi, carilah solusi, begitu katanya; kita paham akal adalah rekan kerja yang rasionalis sayangnya hati sering egois; sudah dicarikan rumus,cara mengerjakannya,bahkan cara cepatnya; tapi masih saja:tidak bisa, susah; "kau tidak bisa, atau tidak mau?", kata akal kalau boleh mengumpat; akal sudah lelah bekerjasama dengannya; kalau ada partner lain, dia akan meninggalkan hati; sayangnya tidak mungkin, dan terkesan emosional; dan bertentangan dengan prinsipnya jika mengetahui hal ini hati a...