Postingan

Menampilkan postingan dengan label Relationship

Merayakan Hari Ayah

Gambar
Sempat dipanggil ‘om’, ayah satu ini memang unik. Tidak pantas terlihat marah, sulit menjauh dari dapur, terbiasa hidup di laut, hobi mencuci dan menjemur pakaian, merawat anak bebek, berkebun hingga menari perut. Papa waktu masih kurus Pembukaan yang keterlaluan ya, dari seorang anak yang ingin mengucapkan Hari Ayah untuk papanya. Iyap, saking susahnya bilang kalo “aku sayang papa”. Kenapa? Aku juga nggak tau alasannya. Entah mau bagaimana caranya mengutarakan rasa terimakasih yang sudah lama tersimpan. Bahkan sampai susah mau menyebutkan terima kasih untuk apa. Yang jelas untuk kehidupan yang tidak ternilai harganya, untuk masakan-masakan enak setiap harinya. Tapi tenang Pa, tulisan ini tidak bermaksud untuk sok-sokan menghadirkan suasana haru biru. Mari kita bertualang ke beberapa waktu lalu. Busi Vespa Pelangi Ini vespa berkekuatan pelangi   Di usia TK aku mulai mengenal sparepart motor bernama ‘busi’. Walau tidka tahu detail apa itu busi, aku memahami bahwa busi adalah s...

Mamaku Odamun, dan Kami Menerima

Gambar
Membincang hidup rasa-rasanya di usia 20an keatas, inginnya lebih sederhana saja. Menerima. Bukan pasrah ya. Tetapi menerima dengan menyadari segala apa yang sedang kita alami, atau dapatkan. Menerima dengan memahami sesuatu yang terjadi ada yang bisa kita ambil kendali atau cukup dengan berserah diri. Menerima dengan memahami sesuatu apakah itu baik, buruk, atau yang masih ditimbang nilai baik-buruknya karena masing-masingnya memiliki konsekuensi. Menerima dengan memahami kapasitas diri sendiri, dan mengontrol ekspektasi. Satu bulan ini, hasil tes USG pemeriksaan thyroid mamaku menyatakan bahwa terdapat benjolan kecil di sekitar lapisan kulit leher kiri-kanannya. Namun benjolan itu hanyalah gejala yang ditimbulkan oleh penyakit utamanya. Graves disease atau yang akrab dipanggil autoimun menjadi penyebab adanya benjolan itu. Aku sempat terkejut mendengar kabar dari dokter spesialis yang membantu mama. Tapi selanjutnya aku mulai mengingat kembali, apa yang terjadi pada mama belakangan i...

Menjurnalkan Rasa Syukur

Gambar
Assalamualaikum, hai Bung...! Aku sudah lama sekali tak menyapamu dengan sebutan ini bukan? Ini sudah lewat seminggu lebih dari jadwal seharusnya, aku memposting surat cinta ini untukmu. Dan, aku yakin kalau kau murah maaf. Hehehe, maaf ya! T_T. Aku menyadari betul, bahwa di awal bertambahnya aktivitas baruku ini membuatku harus menata ulang bagian-bagian dari diriku yang berserakan. Jadwalku, pikiranku maupun mental, kesemuanya masih aku upayakan agar tetap berjalan semestinya. Walaupun begitu, percayalah aku menemukan energi di saat-saat dimana aku memunguti serpihan diriku yang bercecaran ini. Energi itu bernama syukur. Yang kurasakan, energi ini sangat berpengaruh bagiku dalam melanjutkan perjalanan. Percaya tidak? Dia menjadi bekal pokok yang sangat aku perlukan selama pelayaran ini. Saat melewati beberapa pulau Kita sempat dan cukup sering bertukar peta kita satu sama lain, rencana berhenti pada pulau-pulau tertentu juga kerap kali didiskusikan. Kau mau kesana, aku mau ke...

Berbalas Surat Cinta

Gambar
Inget spot ini kan? Aku masih nyimpen fotomu dalam beberapa pose loh...:)  Hai, selamat datang kembali di ruanganku. Ruang rindu. Heheheh. Yap, minggu ini adalah giliranku menulis surat berbalas, sebuah ide yang kucetuskan di bulan lalu dan pada akhirnya kau sepakati juga. Terima kasih sudah menerima ide liarku ini untuk saling melayangkan surat, yang kita sepakati ini dengan sebutan surat cinta. Walaupun jemariku agak gemetar saat melabeli ruang blog kali ini dengan ‘surat cinta’, tapi aku memang tidak mau memungkiri kalau aku memang jatuh cinta.   Jika sebelumnya kau sempat bercerita soal keuntungan atas model komunikasi jarak jauh diantara sepasang kekasih yang sedang saling menabung rindu-dan juga bagaimana surat ini bekerja dalam memupuk rasa cinta diantara keduanya, maka kali ini aku akan coba tuliskan alasan mengapa ide surat cinta ini muncul. Ke’hadir’an Waktu kereta membawamu siang itu ke ujung barat Pulau Jawa, dan aku berdiri dengan melambaikan tangan pada sis...