Postingan

Kenangan Sajadah Panjang

Dan malam pun memayungi rembulan Dikala peri hutan menggemulai di pucuk rerumputan Bersama lantunan Sajadah Panjang kuundang kenangan             Ditemani hembus angin syahdu             Bilah kaca jendelaku turut berlagu             Dibisikannya cerita yang haru Tentang sebuah perjalanan Diuirnya sebuah kemenangan Di barat jawa, mengais kebermaknaan             Tak tahu jalan, secuil pengalaman             Terbatas bahasa berujung kebingungan             Salah orang, salah dugaan Apalah arti terik dan hujan Dibanding bertahan akan cacian Dibanding membatalkan umpatan           ...

Berkawan dengan Hati

Repost from https://timeline.line.me/post/_dY8vkF_vDXNaadwlyQLRrFwyObU9uM2v0YmQ96Y/1152397167705010499 barangkali kita sudah paham; bahwa nilai ideal bertolak belakang dengan realitas; bahwa harapan berbanding terbalik dengan kenyataan; bahwa yang terjadi tak seharusnya terjadi; adalah masalah, kita paham; barangkali kita sudah paham; bahwa stimuli tercepat berasal dari hati; tetapi tak lama, akal menggedornya untuk berkongsi; jangan cuma emosi, carilah solusi, begitu katanya; kita paham akal adalah rekan kerja yang rasionalis sayangnya hati sering egois; sudah dicarikan rumus,cara mengerjakannya,bahkan cara cepatnya; tapi masih saja:tidak bisa, susah; "kau tidak bisa, atau tidak mau?", kata akal kalau boleh mengumpat; akal sudah lelah bekerjasama dengannya; kalau ada partner lain, dia akan meninggalkan hati; sayangnya tidak mungkin, dan terkesan emosional; dan bertentangan dengan prinsipnya jika mengetahui hal ini hati a...

Tulisan, Menulis, dan Manusia

Manusia, makhluk istimewa Akal budi, luhur di jiwa Biarkan jemari ini meraihnya Sebuah pena menari di atas gerinda Ia sambil berbicara Lama-lama bersilihlah dunia Setelah sekian lama ngga nulis, jadi kangen ngomong sendiri. Akhirnya blog ini reborn , deh. Saya ingat betul terakhir saya posting apa di blog ini. Tugas penjas orkes beserta curhatan-curhatan khas anak SMP. Saya sempat kehilangan kebermaknaan dari kegiatan menulis. Buat apa sih kita menulis? Haruskah menulis? Saya jadi inget kata guru pembimbing TIK saya waktu SMP. Pak Fauzy. Beliau yang kebetulan ngajarin saya ngeBlog pertama kali. Katanya, setiap orang barangkali ngga selalu bisa mengutarakan apa yang mereka pikirkan atau rasakan melalui komunikasi secara langsung. Justru menulis menjadi lahan bagi mereka yang mau menyalurkan pikiran dan perasaannya. Bahkan melalui tulisan seoseorang bisa menunjukkan siapa dirinya. Seseorang bisa mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan, mengubah seseorang hingga men...

Pemuda dan Utopia Masa Depan

Masa depan bangsa itu ada di tangan para pemudanya. Jujur, telinga saya pekak mendengar quote jadul yang kesannya seperti tuntutan itu. Barangkali kalau tidak salah guru-guru saya dulu sering gembar-gembor tentang hal itu di depan kelas. Dalam hati saya nggrundel, “Kok enak? Sejarah kalian yang mbikin, kok malah kami yang tanggungjawab? Emoh, lah!”. Berat rasanya. Begitukah? Kalau boleh sedikit mengkritisi, memangnya dalam konteks masalah yang ada, apa yang bisa dilakukan oleh pemuda hingga para tetua berani mengamanahkannya pada mereka? Barangkali boleh pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab terlebih dahulu agar tidak terkesan utopis dalam mengabstraksikannya. Kamu pemuda? Bisa apa? Sebentar. Jangan dulu berpikir apa yang harus kita lakukan sekarang, ketika kita belum mengetahui apa permasalahan yang sedang terjadi. Kita belum tahu daya apa yang kita miliki. Atau jangan-jangan kita juga belum tahu siapa kita, peran apa yang kita angkuh saat ini. Konyol dan nekad namanya. Saya me...